Selasa, 08 Oktober 2013

Rangkuman OOP (Tugas Struktur Data dan Algoritma)


Object Oriented Programing
1.      Class, Attribute, dan Method
A.  Class
Class adalah kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
Ada pengertian lain yang menjelaskan Class merupakan suatu blueprint atau cetakan untuk menciptakan suatu instant dari object. class juga merupakan grup suatu object dengan kemiripan attributes/properties, behaviour dan relasi ke object lain. Contoh : Class Person, Vehicle, Tree, Fruit dan lain-lain
Class di C# dapat terdiri dari kumpulan variable (field), property dan method. Cara untuk menggunakan class adalah dengan membuat instan class-nya. Untuk menjalankan class maka harus ada satu method main pada class tersebut. contoh pendeklarasian class di C# sebagai berikut:
   1: public class Time
   2: {
   3:    // private variables atau field
   4:    private int year;
   5:    private int month;
   6:    private int date;
   7:    private int hour;
   8:    private int minute;
   9:    private int second;
  10: 
  11:   // public methods
  12:   public void DisplayCurrentTime()
  13:   {
  14:       Console.WriteLine("Menampilkan Waktu..");
  15:   }
  16: }
  17:    
  18: class Program
  19: {
  20: static void Main(string[] args)
  21:       {
  22:              Time timeObject = new Time(); //membuat instan class
  23:              timeObject.DisplayCurrentTime(); //memanggil method dalam class
  24:       }
  25: }

B.     Attribute
Attribute adalah segala  sesuatu  yang melekat  pada Object. Dalam  penerapan di dalam program, atribut adalah Variabel
Attributes merupakan nilai data yang terdapat pada suatu object yang berasal dari class. Attributes merepresentasikan karakteristik dari suatu object.
Contoh : pada Class Fruit terdapat attribute : warna, berat pada object mangga :
-warna berisi kuning dan berat misalkan 0.25 kg.
-pada object apel : warna berisi merah dan berat misalkan 0.30 kg.

C.    Method
Method adalah suatu operasi berupa fungsi-fungsi yang dapat dikerjakan oleh suatu object. Method didefinisikan pada class akan tetap dipanggil melalui object. Contoh : pada object mangga : terdapat method ambilRasa , kupasKulit dan lain-lain.
Method merupakan sarana bagi programmer untuk memecah program kompleks menjadi bagian yang kecil-kecil,sehingga nantinya dapat digunakan berulang-ulang.
Method didefinisikan pada class akan dipanggil melalui object. Dengan kata lain method juga dikenal sebagai fungsi atau prosedur. Method memiliki 4 (empat) bagian dasar :
1.      Nama metode
2.      Tipe Objek atau tipe primitive yang dikembalikan metode.
3.      Daftar parameter.
4.      Badan atau isi metode.
Method adalah bagian dari tubuh program yang mengimplementasikan suatu action sehingga class atau object bekerja.
·      Static Methods
Method dapat di overload, yaitu nama suatu method dapat dipakai berkali-kali selama method tersebut memiliki sesuatu yang unik. Static method hanya bisa diakses melalui classnya saja.
·      Non static method
Non static method adalah method yang dapat diakses melalui instance-nya.
2.      Object
Object adalah instance dari class. Jika class secara umum merepresentasikan (template) sebuah object, sebuah instance adalah representasi nyata dari class itu sendiri. Contoh : Dari class Fruit kita dapat membuat object Mangga, Pisang, Apel dan lainlain.
Object merupakan sebuah structure yang menggabungkan data dan prosedur untuk bekerja bersama-sama. Objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
Dalam term OOP, object adalah sebuah structure yang menggabungkan data dan prosedur untuk bekerja bersama-sama. Contoh, jika kamu tertarik dalam pelacakan data yang dihubungkan dengan produk, kamu akan menciptakan sebuah object produk yang bertanggung jawab untuk me-maintenance dan bekerja dengan data yang bersinggungan dengan produk. Jika kamu ingin kemampuan mencetak dalam aplikasi kamu, kamu harus bekerja dengan sebuah object printer yang bertanggungjawab untuk data serta metode yang digunakan untuk berinteraksi dengan printer anda.

3.      Cara Membuat Class
1)      Buat project baru dan pilih Console Aplication
2)      Untuk membuat sebuah kelas baru, klik pada nama project anda yang terdapat pada jendela Solution Explorer. Kemudian klik kanan, pilih menu Add Class.
3)      Maka akan muncul jendela Add New Item. Pada nama class baru yang akan dibuat, masukkan nama classnya.



4.      Konstruktor
Konstruktor adalah method yang namanya sama dengan nama class-nya. Konstruktor digunakan untuk inisialisasi variabel ketika membuat instan class / objek baru. Sebenarnya setiap kali anda membuat instant class / objek baru maka konstruktor dijalankan. Jika anda tidak mendefinisikan konstruktor secara eksplisit maka tetap dianggap membuat konstruktor kosong.
Perhatikan di bawah ini :
Baris ke-3 memiliki bentuk yang mirip dengan baris definisi class di baris pertama. Perbedaannya adalah tidak adanya kata “class” dan keberadaan () di akhir nama class. Bagian inilah yang disebut sebagai constructor dari sebuah class. Bentuknya sebuah fungsi yang tidak memiliki tanda kembalian (return type) dan memiliki nama yang sama dengan nama class. Pengertian fungsi dan return type akan kita bahas selanjutnya dalam artikel ini. Baris ke-4 s.d. ke-6 menunjukkan definisi dari constructor yang dapat kita isi dengan code tertentu yang kita perlukan. Pada umumnya, code di dalam constructor ini melakukan proses inisialisasi setiap variabel atau property yang dimiliki oleh class. Dalam contoh di atas, constructor melakukan inisialisasi variabel _Name yang dimiliki oleh class GuestBook. Setiap constructor dari sebuah class akan selalu dipanggil atau dijalankan secara otomatis ketika sebuah sebuahinstance dari class tersebut dibuat. Perhatikan code berikut:
 1 // sebuah instance dibuat, diberi nama tamu1
 2 GuestBook tamu1 = new GuestBook();
 3 // satu instance lagi dibuat dan diberi nama tamu2
 4 GuestBook tamu2 = new GuestBook();
 5
 6 // menampilkan isi property Name dari tamu1
 7 lblName.Text = tamu1.Name;
 8 // mengubah isi property Name dari tamu2
 9 tamu2.Name = "Gatot Wahyudi";
10 // menampilkan isi property Name dari tamu2
11 lblName.Text = tamu2.Name;
Class dapat diibaratkan sebagai sebuah pabrik objek sedangkan instance dari class adalah setiap objek yang diproduksi oleh pabrik tersebut. Contoh di atas menunjukkan bahwa GuestBook merupakan pabrik dari objek. Adapun tamu1 dan tamu2 merupakan instance dari class GuestBook. Setiap instance inilah yang nantinya mempunyai ciri spesifik masing-masing. Contoh yang lain misalnya kita mempunyai class Mobil maka instance yang dapat dibuat antara lain Honda dan Ferrari dimana kita mengetahui masing-masing instance tersebut adalah sama-sama objek Mobil namun memiliki ciri-ciri yang berbeda dari segi nama, ukuran mesin, kecepatan maksimum, dll.
Pada contoh cuplikan code di atas kita juga mencoba untuk menampilkan isi dari property Namedari objek tamu1 pada label lblName. Dengan perintah tersebut kita akan mendapati bahwa label lblName akan menampilkan teks “Anonim”. Bagaimana bisa demikian sedangkan kita belum pernah mengubah property Name dari objek tamu1? Jawabannya adalah pengaruh dariconstructor. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ketika sebuah instance dibuat makaconstructor akan dipanggil atau dijalankan secara otomatis. Dengan kata lain, setiap baris perintah pada code di dalam constructor akan dieksekusi. Pada code class GuestBook, pada awalnya property _Name didefinisikan untuk berisi string kosong atau “” melalui perintahprivate string _Name = string.Empty;. Selanjutnya, code di dalam constructor melakukan perubahan nilai dari property _Name dengan teks “Anonim”. Dengan demikian, secara otomatis setiap kita membuat instance dari class GuestBook maka property _Name akan selalu berisi teks “Anonim”. Ini berarti property _Name pada instance tamu2 juga bernilai “Anonim” ketika pertama kali dibuat. Nilai property tersebut baru berubah ketika code tamu2.Name = “Gatot Wahyudi”; dieksekusi.

5.      Private, Protected, Public
Private, protected, dan public merupakan identifier. Identifier adalah suatu pengenal atau pengidentifikasi yang kita deklarasikan agar kompiler dapat mengenalinya. Identifier sendiri dapat berupa nama variabel, konstanta fungsi, kelas, template maupun namespace. Ada perbedaan di antara private, protected, dan public.
·         Private: anggota publik dari kelas dasar dapat diakses oleh anggota yang kelas dasar,anggota kelas turunan serta anggota yang berada di luar kelas dasar dan kelas turunan.
·         Protected: anggota dilindungi dari kelas dasar dapat diakses oleh anggota kelas dasarserta anggota kelas turunan.
·         Public: anggota pribadi dari kelas dasar hanya dapat diakses oleh anggota yang kelas dasar.
Untuk membuat nama identifier perlu memperhatikan hal-hal berikut:
1.      Membedakan huruf besar dan huruf kecil (case sensitive).
2.      Nama identifier bisa terdiri dari satu atau beberapa karakter yang terdiri dari angka (0 – 9), huruf (A – Z, a – z), dollar ($), garis-bawah/underscore(_).
3.       Penamaan identifier harus dimulai dengan huruf, underscore(_), atau karakter dollar ($). Tidak boleh dimulai dengan angka. Simbol-simbol operator seperti (*), (+), (/), (-) tidak boleh digunakan.
4.      Dalam penamaan identifier tidak boleh menggunakan spasi.
5.      Tidak diperbolehkan menggunakan Kata-kata keyword dalam bahasa pemrograman (misalnya: public, class, static, dsb).
6.      Panjang nama identifier tidak dibatasi.
Beberapa contoh penamaan identifier yang benar:
·            Nama
·            $Nama
·            NamaSiswa
·            NomorInduk
·            namaSiswa
·            nomorInduk
·            nama_siswa
·            nomor_induk
Beberapa contoh penamaan identifier yang salah:
·                 1Nama
·                 /NomorInduk
·                 Nama Siswa
Contoh syntax pada C#:
1.      Double luas_segitiga;
2.      String namaMahasiswa;
3.      Int nilai;

6.      Karakteristik OOP dan contohnya
a.      Inheritance
Inheritance/pewarisan adalah kemampuan untuk membuat class turunan yang mewarisi property dan method dari kelas induk.
Menggunakan inheritance dalam OOP untuk mengklasifikasikan objects dalam program sesuai karakteristik umum dan fungsinya. Hal ini akan membuat pekerjaan bersama object lebih mudah dan lebih intuitif. Hal ini juga membuat programming lebih mudah karena memungkinkan kita untuk mengkombinasikan karakteristik umum kedalam object parent dan mewariskan karakteristik ini ke child object.
Keuntungan dari inheritance :
- Tidak perlu mendefinisikan Variabel Bila membutuhkan , Cukup menurunkan dari class induk
- Memudahkan dan Mempercepat pemprogramman , mengurangi Code
Sample inheritance dalam C#:
public class A
{
    public A() { }
}
 
public class B : A
{
    public B() { }
}
 
b.      Polymorphisme
Polymorphism/banyak bentuk, seorang programer bisa memakai method dengan nama yang sama pada class-class yang berbeda.
Polymorphisms adalah kemampuan 2 buah object yang berbeda untuk merespon pesan permintaan yang sama dalam suatu cara yang unik.
Bagaimana hal ini berhubungan dengan OOP? Kamu dapat membuat objects yang dapat merespon pesan yang sama dalam implementasi yang
unik. Contohnya, kamu dapat mengirim pesan print ke object printer yang akan mencetak pada printer, dan kamu juga dapat mengirim pesan yang sama ke object screen yang akan menuliskan pada screen monitor. Dalam OOP, kamu menerapkan tipe polymorphism melalui proses yang disebut overloading. Kamu dapat mengimplementasikan metode yang berbeda pada sebuah object yang mempunyai nama yang sama.
                        Contoh Polymorphisme :
public class BaseClass
{
    public void DoWork() { }
    public int WorkField;
    public int WorkProperty
    {
        get { return 0; }
    }
}
 
public class DerivedClass : BaseClass
{
    public new void DoWork() { }
    public new int WorkField;
    public new int WorkProperty
    {
        get { return 0; }
    }
}

c.       Encapsulation
Encapsulation/pembungkusan, merupakan penyembunyian informasi melalui private danprotected.
Selain dengan menggunakan metoda abstraksi dalam menyembunyikan method pada super class, maka juga dapat dilakukan dengan proses pembungkusan suatu fungsi. Dengan kata lain, sebenarnya proses pembungkusan itu sendiri merupakan salah satu metoda atau mekanisme untuk melakukan abstraksi.
Dalam pemrograman tradisional, proses semacam ini sering juga disebut dengan penyembunyian informasi (information hiding).
Contoh encapsulation untuk C#:
namespace BW_OOP2
{
class Program
{
public static void Main(string[] args)
{
Barang brg = new Barang();
Console.Write("Masukkan Nama barang = ");
brg.Nama_barang = Console.ReadLine();
brg.DataBarang();
Console.WriteLine();
Console.Write("Press any key to continue . . . ");
Console.ReadKey(true);
}
}
class Barang
{
public Barang()
{
Console.WriteLine("\t\t\t\t Data Barang\n\n");
}
private string nama_barang; //---> modifier private & information hidding
private string kode_barang; //---> modifier private
protected int harga; //---> modifier protected
int stok;  //---> modifier default

public string Nama_barang // ---> properties getset
{
get { return nama_barang; }
set { nama_barang = value; }
}
public void DataBarang() //---> method dengan modifier public
{
if(Nama_barang == "Acer 4741G")
{
kode_barang = "310051";
harga = 4750000;
stok = 20;
}
else if(Nama_barang == "Acer 4750")
{
kode_barang = "310052";
harga = 4490000;
stok = 20;
}
else
{
kode_barang = "Barang Tidak ada";
harga = 0;
stok = 0;
}
Console.WriteLine("\n\n");
Console.WriteLine("Nama Barang = {0}",Nama_barang);
Console.WriteLine("Kode Barang = {0}",kode_barang);
Console.WriteLine("Harga = {0}",harga);
Console.WriteLine("Stok = {0}",stok);
}
}
}

d.      Abstraction
Abtraction/abtraksi, adalah sebuah konsep yang merupakan representasi abstrak dari konsep dalam pemograman, misalnya objek mobil merupakan representasi abstrak dari mobil dalam dunia nyata.
Abstraksi merupakan pengabstrakan atau penyembunyian kerumitan suatu proses. Abstraksi menjelaskan definisi dari objek pada class dalam suatu fungsi (method) atau fungsi khusus (constructor). Sebuah kelas dapat dideklarasikan sebagai kelas abstrak. Tujuan membuat kelas abstrak adalah agar satu kelas lain dapat memperluasnya (extend) dengan jalan menjadi subclass darinya.

e.       Aggregation
Aggregation adalah kondisi ketika object berisi gabungan dari object-object yang berbeda dan bekerja bersama. Contoh mesin pemotong rumput terdiri dari object roda, objects mesin, object pisau dan lain-lain.  Object mesinpun merupakan gabungan dari berbagai object. Kemampuan untuk menggunakan aggregation dalam OOP adalah satu feature yang powerful yang memungkinkan model menjadi akurat. Pemrograman visual membawa OOP ke level berikutnya.
Tujuan pemrograman visual adalah agar pemrograman menjadi lebih mudah bagi para programmer dan lebih mudah diakses oleh kalangan nonprogrammer dengan meminjam bahasa OOP, dan mempraktikanya secara grafis atau visual.  emrograman visual memungkinkan pengguna untuk lebih focus pada pemecahan masalah ketimbang cara menangani bahasa pemrograman.
7.      Overloading
Overloading adalah suatu cara untuk memberikan nama yang sama kepada dua method yang berbeda meski dua method tersebut berada dalam class yang sama. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membedakan tipe parameter, jumlah parameter dan susunan parameter, Manfaat penggunaan overloading adalah agar method yang mempunyai tingkah yang hampir sama mudah diingat oleh developer software.
Overloading Merupakan Suatu Function yang memiliki parameter , dan function tersebut dapat memiliki nama function yang sama dengan yang lainnya dengan syarat jumlah parameter mesti berbeda atau bisa kita bilang Situasi di mana beberapa rutin dalam sebuah program dapat mempunyai nama sama tetapi berbeda jenis parameter dan/utau jenis return value.lebih Jelasnya Overloading secara singkat :
·  Nama Method Boleh Sama , Tapi Jumlah Parameter Mesti berbeda
·  Nilai Yang Di Return Harus memiliki Tipe yang sama
Sample Overloading pada function TaxCalc pada C#.Net :
public static double TaxCalc(double pamt1, double prate1, double pamt2,
double prate2)
{
double taxamt;

Console.WriteLine(“Using method with 4 arguments”);
taxamt = (pamt1 * prate1) + (pamt2 * prate2);

return taxamt;
} // *** TaxCalc ***
// This method only takes two arguments: an amount and a rate
public static double TaxCalc(double pamt1, double prate1)
{
double taxamt;

Console.WriteLine(“Using method with 2 arguments”);
taxamt = pamt1 * prate1;

return taxamt;
} // *** TaxCalc ***
// This method only takes one argument: an amount
public static double TaxCalc(double pamt)
{
double taxrate = 0.15;
double taxamt = 0;

Console.WriteLine(“Using method with 1 argument”);
taxamt = pamt * taxrate;

return taxamt;
} // *** TaxCalc ***
// This method only takes one argument as well but it differs
// from the above in the argument type.
public static double TaxCalc(string whichtable)
{
double taxrate = 0;
Console.WriteLine(“Calling the method with 1 string argument”);

if (whichtable == “TaxTable1″)
taxrate = 0.15;

return taxrate;
}


Read More

Sabtu, 18 Mei 2013

Tugas Bahasa Pemrograman 19 Mei 2013

Berikut adalah link tugas Bahasa Pemrograman :
http://www.mediafire.com/?9rpwk8f52p236cs

link untuk ms.word :
http://www.mediafire.com/view/?tf4az118ryv5vpo

link untuk Powerpoint :
http://www.mediafire.com/view/?x7xqqo1yojiuvq4
Read More

Jumat, 17 Mei 2013

ERROR HANDLING UNTUK C#

ERROR HANDLING (EXCEPTION HANDLING) Error Handling adalah salah satu penanganan kesalahan (error) pada berbagai macam keadaan dalam pemrograman. Dengan adanya error handling ini maka setiap ada kesalahan , maka eksekusi program tidak akan dihentikan secara tiba-tiba, tetapi akan diteruskan ke baris program yang terdapat script penanganan kesalahan. Dengan adanya Error Handling ini maka program akan semakin user friendly bagi penggunanya, dan akan mengatasi kesulitan bagi para programmer apabila ingin mendefinisikan suatu kejadian yang tidak diinginkan dieksekusi. Exception handling atau Error Handling merupakan bagian yang cukup penting dalam pemrograman manapun. Anda harus dapat meng-handle setiap error yang muncul dalam program maupun dalam verifikasi sebuah fungsi. Exception terjadi karena berbagai macam sebab. Penyebabnya mungkin karena pengguna salah dalam memasukkan input atau mungkin dikarenakan koneksi jaringan yang hang ketika program sedang berjalan. Tiga buah statement di bawah ini adalah statement yang dipakai untuk error handling pada bahasa pemrograman : 1. Try Statement : Di dalam blok try statement ini adalah kode-kode program di mana mungkin terjadi error. Jadi seorang programmer harus mengetahui kode manakah yang mungkin akan menyebabkan suatu error dan jika kode program yang memungkinkan terjadinya error telah diketahui, maka sang programmer lebih baik meletakkan kode programnya ke dalam blok try statement ini. 2. Catch statement : Apabila memang error terjadi pada sebuah kode program di dalam blok try statement, maka secara langsung program akan terinterupsi dan dialihkan ke dalam blok catch statement ini. Di dalam blok catch statement ini, sang programmer dapat melakukan tindakan preventif yang sifatnya agar program tersebut tidak akan terjadi error lagi. 3. Finally statement : Blok statement ini akan selalu dieksekusi walaupun program yang kita buat terdapat error atau tidak. Contohnya error handling adalah handle saat verifikasi user input, handle saat kita meloading file xml yang tidak ditemukan, handle saat internet connection error dan lain-lain termasuk handle pada saat men-verifikasi return value dari sebuah fungsi/method. Contoh lainnya adalah input/output error (IO), system memory error, database error dan lain-lain yang memang memerlukan peng-handle-an khusus agar error-error seperti ini tidak menyebabkan program kita ikut error. Sama seperti pemrograman yang lain, handling exception/error dalam C# bisa digunakan TRY/CATCH. Di bawah ini adalah contoh Error Handling : 1. //tryCatchDemo.cs 2. using System; 3. using System.IO; 4. 5. class tryCatchDemo 6. { 7. static void Main(string[] args) 8. { 9. try 10. { 11. File.OpenRead("NonExistentFile"); 12. } 13. catch(Exception ex) 14. { 15. Console.WriteLine(ex.ToString()); 16. } 17. } 18. } Inilah yang dinamakan dengan exception atau error handling. Kode untuk Exception atau Error terdapat pada bagian CATCH. Sedangkan bila program berjalan tanpa error/pengecualian maka kode dalam TRY lah yang akan dieksekusi. Sebenarnya banyak sekali exception, pada contoh kode di atas menggunakan IO exception, yaitu input/ouput dalam pembacaan file (File.OpenRead). Contoh yang lain adalah: •SecurityException •ArgumentException •ArgumentNullException •PathTooLongException •DirectoryNotFoundException •UnauthorizedAccessException •FileNotFoundException •NotSupportedException Pada contoh diatas, kita menggunakan ‘Single Exception’, kita juga dapat menggunakan multiple exception dengan multiple try/catch implementation seperti pada kode yang saya ambil dari csharp-station.com berikut ini: 1. catch(FileNotFoundException fnfex) 2. { 3. Console.WriteLine(fnfex.ToString()); 4. } 5. catch(Exception ex) 6. { 7. Console.WriteLine(ex.ToString()); 8. } Jadi kesimpulannya untuk menghindari error kita dapat menggunakan TRY dan CATCH. Tapi perlu diingat, meski kita telah menggunakan TRY dan CATH, kita bisa menambahkan kode terakhir yang disebut dengan ‘BLOCK FINAL’, perhatikan contoh berikut ini: 1. //FinallyDemo.cs 2. using System; 3. using System.IO; 4. 5. class FinallyDemo 6. { 7. static void Main(string[] args) 8. { 9. FileStream outStream = null; 10. FileStream inStream = null; 11. 12. try 13. { 14. outStream = File.OpenWrite("DestinationFile.txt"); 15. inStream = File.OpenRead("BogusInputFile.txt"); 16. } 17. catch(Exception ex) 18. { 19. Console.WriteLine(ex.ToString 20. } 21. finally 22. { 23. if (outStream != null) 24. { 25. outStream.Close(); 26. Console.WriteLine("outStream closed."); 27. } 28. if (inStream != null) 29. { 30. inStream.Close(); 31. Console.WriteLine("inStream closed."); 32. } 33. } 34. } 35. } Contoh Error Handling pada Java: package er import java.util.Scanner; public class Main { public static Scanner yoo = new Scanner(System.in); public static void main(String[] args) { int nilai; try { System.out.print("Masukkan nilai = "); nilai = yoo.nextInt(); } catch(Exception e) { System.out.println("!!!...Inputan salah, input menggunakan angka...!!!"); } } } Contoh Error Handling pada C#: #include using namespace std; int main(int argc, char *argv[]) { try { int nilai; cout<<"Masukkan nilai = "; if(!(cin>>nilai)) { throw nilai ; } } catch(int e) { cout<<"!!!...Inputan salah,,Input menggunakan angka...!!!"< Read More

Sabtu, 24 November 2012

Cara Membuat Grafik Pada MATLAB


Pada dasarnya untuk membuat sebuah grafik di Matlab sangatlah mudah. Hal ini karena, di Matlab sudah disediakan fasilitas untuk menampilkan grafik dari kumpulan data yang ada. Selain grafik yang ditampilkan, dapat juga ditambahkan aksesoris yang lain untuk memberikan informasi yang jelas.
Dengan menggunakan command plot, bar, atau yang lain kita bisa menampilkan sebuah grafik dalam bentuk 2D maupun 3D. Tentunya, masing-masing memiliki syarat-syarat yang harus terpenuhi. Misalnya, untuk menampilkan grafik 2D harus tersedia data matriks 2 dimensi. Jika akan menampilkan grafik 3D maka harus tersedia data matriks 3 dimensi pula.
Grafik 2 Dimensi
Sebagai contoh, kita akan menampilkan data pengukuran 2D dari data berikut:
Jam = kW
0  = Setting Daya 553
2  = Setting Daya 534
4  = Setting Daya 538
6  =  Setting Daya 543
8  =  Setting Daya 605
10= Setting Daya 609
12=  Setting Daya 590
14=  Setting Daya 670
16=  Setting Daya 789
18= Setting Daya 889
20= Setting Daya 883
22= Setting Daya 868
Untuk menampilkan data di atas dalam grafik di Matlab, terlebih dahulu data harus dibuat menjadi sebuah matriks. Karena data di atas terdiri dari dua variabel, maka data tersebut dibuat dalam matriks 2 dimensi. Untuk membuat matriks pada Matlab, ikuti langkah berikut:
ketik pada Command Window Matlab:

>>Time=0:2:22
kemudian data berikutnya:
>>Daya=[553 534 538 548 606 609 590 670 789 889 883 868]
>>axes
kemudian akan muncul tampilan berikut
Untuk menampilkan data dalam grafik, perlu diketahui fungsi perintah dalam Matlab.
Kita gunakan perintah plot untuk menampilkan grafik. Perintahplot memiliki beberapa fungsi yang dapat digunakan. Diantaranya adalah untuk menampilkan data X dan Y dalam sebuah axes.
ketik pada command window:
>>plot(Time,Daya)
hasil tampilan adalah
Sekarang tinggal memberikan keterangan pada grafik.
1. Memberi judul grafik
ketik:
>>title(‘Grafik Hubungan Daya Terhadap Daya’)
2. Menambah keterangan sumbu X
ketik:
>>xlabel(‘Time (s)’)
3. Menambah keterangan sumbu Y
ketik:
>>ylabel(‘Daya’)

hasil akhirnya adalah

Grafik 3 Dimensi
Kita mencoba membuat grafik dengan 3D yang menarik dari sebuah fungsi matematika. Seperti kita ketahui bahwa Matlab merupakan bahasa pemrograman level tinggi yang dikhususkan untuk kebutuhan komputasi teknis, visualisasi dan pemrograman seperti komputasi matematik, analisis data, pengembangan algoritma, simulasi dan pemodelan dan grafik-grafik perhitungan.Sehingga inilah yang menyebabkan matlabmudah digunakan dalam pemodelan simulasi kurva ataupun grafik.
Berikut cara pembuatan program grafik tiga dimensi ( 3D) pada Matlab 6.5, dimana fungsi matematika dari grafik tersebut adalah Z = (X2 + Y2):
1. Bukalah aplikasi matlab yang sudah terinstall di PCanda, kemudian pilih >> New M-File (Ctrl-N)
2. Ketikkan script / kode / listing program matlab berikut ini :
sumbu_x = -10:1:10;
sumbu_y = -10:4:10;
[X,Y] = meshgrid(sumbu_x,sumbu_y);
Z = X.^2 + Y.^2;
mesh(X,Y,Z);
3. Kemudian Save dan Run (F5), Berikut hasil grafiknya :
Gambar Grafik tiga dimensi (3D) pada matlab dengan perintah mesh
Gambar Grafik tiga dimensi (3D) pada matlab dengan perintah “mesh”
4. Setelah berhasil coba pada tahap kedua ganti kode “mesh” dengan “surf”. Maka berikut grafik hasilnya :
Gambar Grafik tiga dimensi (3D) pada matlab dengan perintah surf
Gambar Grafik tiga dimensi (3D) pada Matlab dengan perintah “surf”
5. Dan anda juga dapat merubahnya dengan perintah “contour”. Grafik akan menjadi seperti ini :
Gambar Grafik tiga dimensi (3D) pada matlab dengan perintah Contour
Gambar Grafik tiga dimensi (3D) pada Matlab dengan perintah “contour”
6. Good Luck….!!!

Notes : Penjelasan Program Grafik tiga dimensi (3D) pada tahap kedua diatas :
Baris 1 : batas nilai x yang akan di plot
Baris 2 : batas nilai y yang akan di plot
Baris 3 : mengisi bidang X dan Y dengan jalinan titik
Baris 4 : fungsi matematika yang akan diplot yaitu Z = (X2 + Y2)
Baris 5 : Perintah program Matlab untuk menampilkan grafik 3D

Semoga bermanfaat :)


Read More

Minggu, 14 Oktober 2012

Mengambil Data Dari Sheet Lain Dalam Satu File


Pada workbook di Excel sebenarnya worksheet-worksheet yang ada saling terkait antara satu dengan yang lainnya, walau worksheet tersebut dapat memiliki struktur yang berbeda.

Berikut ini akan dicontohkan cara membuat form secara sederhana yang dibuat untuk beberapa worksheet sekaligus, sehingga Anda tidak melakukan berulang-ulang pada sheet yang berbeda atau tidak harus mengcopy dari sheet yang satu ke sheet yang lain.
Kali ini saya akan membuatkan contoh membuat beberapa sheet dengan satu form yang sama secara mudah dan sebagai contoh adalah cara membuat daftar nilai siswa dengan beberapa kelas dengan sekali buat.
Pertama siapkan worksheet sesuai jumlah kelas yang ada misalnya lima sheet.
Kemudian beri nama masing-masing worksheet tersebut, misalnya kelas X MM, Kelas X TKJ, Kelas X DKV, Kelas X AK dan Kelas X TB. Seperti contoh berikut
Kemudian klik pada salah satu sheet, lalu tekan tombol SHIFT dan pilih sheet lainnya yang akan dibuatkan format yang sama.
Setelah itu buatlah format yang Anda inginkan seperti contoh berikut:
Apabila Anda selesai melakukan pemformatan sheet tersebut, maka Anda akan mendapatkan bahwa semua sheet yang Anda klik tadi telah memiliki format yang sama.
Anda dapat mengklik satu persatu sheetnya untuk membuktikan bahwa setiap sheet yang Anda aktifkan secara bersamaan tadi memiliki format yang sama.
Cara lain mengambil data dari sheet lain
 Pada Excel kita dapat dengan mudah untuk mengambil data dari sheet maupun lain yang tersimpan dalam bentuk Excel juga. Ini tentu sangan berguna sekali pada saat kita membutuhkan sejumlah data tertentu dari pengolahan data dari sheet lain. Selain itu kita dapat mengelompokkan data dalam kriterian yang lebih sistematis dan memanggilnya sesuai kebutuhan pada file atau sheet yang baru.
Caranya untuk mengambil data dari sheet lain:
1.                      Misalnya sheet yang anda aktivkan saat ini adalah Sheet2, dan anda membutuhkan data dari Sheet1 pada rangeG3 maka yang perlu dilakukan adalah pilih range (D2) yang ingin ditampilkan datanya (pada Sheet2) lalu ketik=Sheet1!G3, maka data pada Sheet1 di range G3 akan sama dengan data di Sheet2 range D2
2.                      Dan jika anda ingin memindahkan sejumlah range dari Sheet1 ke Sheet2 anda tinggal melakukan cara diatas atau copy paste atau klik fill handlenya di D2 kemudian klik dan drag hingga range yang diinginkan (misalnya I2)
3.                      Data pada Sheet2 akan selalu terhubung dengan Sheet1, sehingga setiap perubahan yang terjadi pada Sheet1 maka secara otomatis akan berubah pada Sheet2.

Read More

Mengambil Data Dari Sheet dan File Lain


Pada Excel kita dapat dengan mudah untuk mengambil data dari sheet maupun dari file lain yang tersimpan dalam bentuk Excel juga. Ini tentu sangan berguna sekali pada saat kita membutuhkan sejumlah data tertentu dari pengolahan data dari sheet ataupun file lainnya. Selain itu kita dapat mengelompokkan data dalam kriterian yang lebih sistematis dan memanggilnya sesuai kebutuhan pada file ata sheet yang baru.
Caranya untuk mengambil data dari sheet lain:
1.                      Misalnya sheet yang anda aktivkan saat ini adalah Sheet2, dan anda membutuhkan data dariSheet1 pada range G3 maka yang perlu dilakukan adalah pilih range (D2) yang ingin ditampilkan datanya (pada Sheet2) lalu ketik =Sheet1!G3, maka data pada Sheet1 di range G3 akan sama dengan data di Sheet2 range D2
2.                      Dan jika anda ingin memindahkan sejumlah range dari Sheet1 ke Sheet2 anda tinggal melakukan cara diatas atau copy paste atau klik fill handlenya di D2 kemudian klik dan drag hingga range yang diinginkan (misalnya I2)
3.                      Data pada Sheet2 akan selalu terhubung dengan Sheet1, sehingga setiap perubahan yang terjadi pada Sheet1 maka secara otomatis akan berubah pada Sheet2
Caranya untuk mengambil data dari file lain:
1.                      Untuk mengambil data dari file lain sebenarnya hampir sama dengan penjelasan diatas (mengambil data dari sheet lain) yaitu letakkan kursor pada range yang diinginkan misal Z24, lalu ketik rumus =[data1.xlsx]Sheet1!S5. *)Selanjutnya tekan enter. penjelasanya [data1.xlsx] merupakan nama file, Sheet1 adalah nama Sheet yang kita ambil sedangkan S5 merupakan range datanya.
2.                      Jika anda kesulitan untuk menentukan nama file yang akan dambil jika namanya relatif panjang maka pertama yang perlu anda lakukan adalah aktivkan kedua file (file yang akan diambil datanya dan file tempat menempatkan data baru), pada file, sheet dan range tempat dimana data akan ditempatkan anda ketik =, selanjutnya pindah kursor dan aktivkan jendela file yang akan diabil datanya lalu tentukan klik sheetnya dan range tempat data berada, kemudian tekan Enter, maka data di data2.xlsx akan sama dengan data di file data1.xlsx sesuai sheet dan range yg diinginkan.
3.                      Data di file data2.xlsx ini juga terhubung langsung dengan file di data1.xlsx Jadi jika terjadi perubahan di data1.xlsx maka data di file data2.xlsx juga akan berubah

Read More

Sabtu, 13 Oktober 2012

CARA MENGELOMPOKKA DATA DENGAN FILTER PADA MICROSOFT EXCEL 2010


Memasukkan data setiap harinya kedalam tabel di Ms Excel, tentunya lambat laun data tersebut akan berjumlah sangat banyak. Akibatnya kita akan merasa kesulitan untuk memilah dan memilih serta mengelompokkan data berdasarkan kriteria tertentu. Seperti halnya mengelompokkan data berdasarkan alamat, mengelompokkan data berdasarkan jabatan, mengelompokkan data berdasarkan pendidikan atau lulusan dan sebagainya.

Anda bisa saja melakukan hal tersebut diatas secara manual, namun pastinya akan memakan waktu yang tidak sebentar dan energi yang tidak sedikit. Malah terkadang karena keterbatasan sebagai manusia, masih saja ada yang tertinggal tidak ikut dikelompokkan. Nah hasilnya bisa ditebak, …. Tidak maksimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ms Excel terdapat fitur atau fasilitas untuk memfilter data yaitu fasilitas Filter. Dengan menggunakan fasilitas filter tersebut anda bisa saja dengan mudah mengelompokkan data berdasarkan kriteria tertentu dengan mudah dan hasilnya juga lebih akurat. Andapun bisa saja menambahkan data baru pada baris terakhir tanpa harus menampilkan data secara keseluruhan. Cara memfilter data di ms excel bisa anda ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Blok kepala tabel atau judul kolom yang akan difilter. Pada gambar dibawah ini blok sel A2 sampai E2.
  1. Pada ribbon home, group menu editing, klik Short & Filter kemudian pilih Filter. Atau tekan Ctrl+Shift+L
  2. Maka pada tiap sel kepala tabel tersebut akan terlihat tanda dropdown. Klik pada salah satu sel drop down tersebut. Dalam hal ini sebagai contoh kita pilih kolom alamat, maka klik tombol drop down pada sel alamat
  3. Pada text filter klik select all untuk menghilangkan semua tanda centang yang ada, kemudian pilih salah satu kategori yang akan anda filter. Sebagai contoh kita pilih Madiun, kemudian klik OKMaka pada tabel yang nampak hanyalah data yang beralamatkan kota madiun saja, sedangkan data yang lain tidak muncu. Untuk memunculkan semua data ulangi langkah nomor 4 kemudian beri tanda centang pada semua pilihan di text filter dan klik OK. Pada saat data difilter coba perhatikan tanda dropdown pada sel atau kolom yang difilter akan berbeda dengan kolom atau sel yang lain yang tidak difilter.

sumber : (http://ketikankomputer.blogspot.com/2012/02/cara-mengelompokkan-data-dengan-filter.html
Read More